Sabtu, 02 Juli 2011

APRESIASI GUBERNUR JAWA TENGAH DALAM PEMBUKAAN LOMBA MAPSI SD KE-13 TAHUN 2010 DI ASRAMA HAJI DONOHUDAN


APRESIASI GUBERNUR JAWA TENGAH DALAM PEMBUKAAN LOMBA MAPSI SD KE-13 TAHUN 2010 DI ASRAMA HAJI DONOHUDAN

Diikuti 646  Siswa SD dan 13 Guru PAI dari 34 Kabupaten/Kota
Se-Jawa Tengah

Senin, 27 Desember 2010 (KKG-PAI Prov. Jateng)
Donohudan: Kepala Badan Koordinator Wilayah (Bakorwil) II, Drs. H. Ahmad Antono, M.Si. mewakili Gubernur Jawa Tengah, telah membuka secara resmi lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke-XIII Tingkat Jawa Tengah, yang diawali dengan ucapan “Bismillahirrahmanirrahim”, dan ditandai pemukulan bedug, di Gedung Muzdalifah, Donohudan, Senin (27/12) pagi. Lomba diikuti sebanyak 646 siswa dan 13 Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah Dasar (SD) dari 34 Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah.
Ikut hadir dalam pembukaan tersebut, Sutarmanto, M.Pd mewakili Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jateng,  Mustamil, S.H.I, M.M, Kasi Mapenda Kankemenag Kab. Boyolali mewakili Ka Kanwil Kemenag Prov. Jateng, dan Drs. Suyanto, M.S.I Ketua KKG-PAI Prov. Jateng selaku ketua penyelenggara, serta undangan lainnya.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Ahmad Antono, Gubernur memberikan apresiasi sangat posiitip atas prakarsa panitia menyelenggarakan lomba MAPSI ini, karena dapat sebagai salah satu tolok ukur penerapan Kurikulum Pendidikan Agama Islam SD dan Muatan Lokal Baca Tulis Huruf Al- Qur'an, serta keberhasilan pelaksanaannya di Jawa Tengah. Di samping itu, kegiatan ini sangat positif karena dapat rneningkatkan peng­amalan ibadah sholat dan  menggairahkan belajar membaca Al-Qur'an, serta menanamkan budi pekerti luhur untuk pembentukan karakter, memupuk persatuan dan kesatuan antara peserta didik. Bahkan akan mengembangkan keterampilan hidup dan rasa cinta seni yang Islami, yang pada akhirnya akan menjadikan anak-anak kita menjadi anak yang saleh dan salehah, demikian katanya.
Lebih lanjut Gubernur menilai bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan misi ke-4 (empat) Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2008 – 2013, yaitu: "Pengembangan sumber daya manusia berbasis kompetensi secara berkelanjutan". Misi ini diarahkan untuk menghasilkan SDM yang memiliki kompetensi tinggi dan berkualitas, sehingga mampu bersaing di pasar tenaga kerja. Dalam hal ini, upaya untuk mengembangkan kompetensi SDM dilakukan dengan meningkatkan peran lembaga-lembaga pelatihan dan lembaga sertifikasi profesi. Sedangkan upaya untuk membangun akhlaq dan moral umat, dilakukan dengan memaksimalkan peran lembaga-lembaga keagamaan. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini mengungkapkan bahwa di bidang pengembangan SDM, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selalu mendorong dan memberdayakan peran semua pihak dalam mengembangkan jalur pendidikan formal dan non formal secara ter­integrasi.
Lebih jauh Gubernur berharap agar saat ini yang lebih penting dan perlu men­dapat perhatian kita semua adalah, bahwa dalam mengajarkan pendidikan agama hendaknya diberikan secara utuh, sehingga pemahaman anak‑anak yang masih dalam usia dini tidak salah. Ini penting untuk membentuk watak, dan perilaku yang baik bagi generasi muda, sehingga kelak menjadi bangsa yang tegar, kokoh, memiliki karakter yang kuat, terampil dan berakhlaq mulia.
Gubernur menyayangkan bahwa banyak di antara kita yang pandai dan me­nguasai ilmu agama, tetapi sikap dan perilakunya kurang mencerminkan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya, seperti munculnya beberapa kasus terorisme yang terjadi akhir-akhir ini. Hal ini tentu sangat disayangkan,  Islam dan agama apapun tidak mengajarkan hal semacam ini. Tindakan ini adalah  akibat pemahaman agama yang sepotong‑sepotong, sehingga implementasinya justru menyimpang dari ajaran yang sebenarnya.
Oleh karena itu, Gubernur mengajak seluruh yang hadir, terutama anak-anak peserta lomba untuk memacu diri dalam meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah S.W.T, serta mengamalkan ajaran agama dengan bener dan pener, dan membawa kemaslahatan bagi umat manusia. Mari kita berikan teladan di lingkungan kita dengan berbuat sebaik mungkin, karena sebaik­-baik di antara manusia adalah orang yang paling banyak memberi manfaat bagi manusia lain dan lingkungannya, demikian tandas Gubernur.
Sebelum mengakhiri sambutan tertulisnya, Gubernur Bibit Waluyo, mengungkapkan bahwa lomba ini merupakan yang ke-13, sehingga banyak hal dapat dipetik dari penyelenggaraan ini. Oleh karena itu, beliau berpesan:
1.      Kepada panitia penyelenggara, saya minta agar melakukan evaluasi secara cermat terhadap segala kekurangan dan kele­mahan penyelenggaraan kejuaraan ini, untuk selanjutnya dibenahi dan disempurnakan.
2.      Dengan demikian, ke-depan, penyelenggaraan kegiatan serupa akan semakin meningkat kualitasnya, serta tidak hanya merupakan agenda rutin regional, namun benar-benar dapat semakin mendorong peserta didik SD untuk mempelajari, menghayati dan mengamalkan ajaran agama dalam rangka pembentukan karakter anak bangsa,  meningkatkan kualitas SDM yang beriman dan bertaqwa serta memiliki kecerdasan dan ketrampilan dalam menghadapi persaingan global.
3.      Dengan demikian, kegiatan seperti ini benar‑ benar dapat  menghasilkan output yang nyata dan   bisa memberi makna bagi kehidupan umat manusia untuk meraih jalan kehidupan yang damai dan sejahtera.
4.      Saya berharap kegiatan ini mampu mencetak generasi muda akblaqul kharimah yang tidak hanya pandai secara teori, tetapi benar-benar mampu mengaplikasikan ilmu dan ketrampilan yang  dimiliki untuk bekal membangun Jawa Tengah menjadi semakin maju dan sejahtera masyarakatnya.
5.      Kepada Dewan Juri, saya berpesan junjung keadilan, kebenaran dan sportifitas dalam penilaian, sehingga diperoleh Juara yang benar-benar mempunyai kompetensi di bidangnya. Sedangkan kepada para peserta saya ucapkan selamat ber­lomba.

Sementara itu Mustamil yang mewakili Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah,  dalam sambutannya menyambut baik kegiatan MAPSI SD tingkat provinsi Jawa Tengah kali ini, dan berharap agar kegiatan ini sebagai sarana untuk meningkatkan prestasi, prestise dan ukhuwah Islamiyah.
Lomba MAPSI SD ke XIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah akan berlangsung hingga tanggal 28 Desember 2010. Menurut laporan ketua panitia penyelenggara, Drs. Suyanto, M.S.I, setiap kabupaten/kota mengikutkan 19 siswa yang akan berlomba pada delapan cabang dari dua bidang. Bidang Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Baca Tulis Al-Qur’an, meliputi cabang pengetahuan agama Islam, baca tulis Al-Qur’an (BTQ), murattalil-Qur’an, dan cabang gerakan dan bacaan salat (GEBSA). Bidang Seni Islami, terdiri dari musik rebana, seni khat dan kaligrafi Al-Qur’an, Khitabah atau pidato, dan macapat Islami. Sedangkan bidang lomba Guru PAI diikuti 13 orang dengan satu cabang yakni pembuatan alat peraga PAI. 
Suyanto yang juga wakil ketua Asosiasi Guru  Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Jawa Tengah dan kesehariannya menjabat sebagai Kepala SDN Sadeng 02 Gunungpati Kota Semarang ini melaporkan kepada Gubernur, bahwa sudah dua tahun terakhir ini Kabupaten Blora absen dari kegiatan ini, tahun 2009 lomba MAPSI ke-12 di Kebumen dan pada tahun ini, dengan sebab yang belum diketahui hingga kini. Semoga tahun mendatang kabupaten Blora ikut kembali sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, demikian Suyanto berharap.
Kegiatan lomba yang telah menjadi agenda tahunan Pengurus KKG-PAI Provinsi Jawa Tengah, dan memperebutkan Trophy Bergilir Gubernur serta penyelenggaraannya bergantian dari tiap kabupaten/ kota di Jawa Tengah ini, dipadati banyak pengunjung dari pelosok Jawa Tengah yang ingin menyaksikan kebolehan putra/putrinya, anak didik atau keponakan, sembari menikmati liburan semester I, benar-benar merakyat dan dapat menjadi aset kegiatan di Jawa Tengah, demikian ungkap Sugeng WH, S.Pd. sekretaris KKG-PAI Provinsi Jawa Tengah, yang diiyakan oleh Ketua II Much. Ichwan, S.Ag. dan Bendahara Sadi, S.Ag.
Panitia bidang perlombaan, Lutfi, M.Pd. dan Slamet Haryadi, S.Ag dengan gembira mengungkapkan bahwa kegiatan lomba yang dilaksanakan secara gotong-royong dan penuh keakraban ini, jika kita amati dari perhatian pengunjung dan supporter masing-masing kabupaten/kota, mendapatkan rating tinggi adalah seni musik rebana, disusul pidato, kaligrafi, dan macapat. Namun tidak kalah menarik pula berupa cabang lomba pembuatan alat peraga PAI dan gerakan bacaan salat, serta pengetahuan agama dan baca tulis Al-Qur’an, begitu kata Bahran, S.Ag menimpalinya.  *(yantoerl).

2 komentar:

  1. Selamat kepada pendidik, tenaga kependidikan dan masyarakat Jawa Tengah yang telah menyelenggarakan lomba MAPSI 13 ini, yang dimotori Pengurus KKG-PAI Provinsi Jawa Tengah. Semoga ke depan akan lebih eksis.

    asrul kamal sumasjaugi

    BalasHapus
  2. asyiik juga ya Lomba MAPSI Tingkat Jawa Tengah. kok hanya tingkat SD, mana tingkat SMP, SMA/SMK nya?


    Astuada Sumasjaugi

    BalasHapus